Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Shinobi Stories

Jalan Ninja

Naruto babak belur. Ia masih berusaha untuk berdiri. Cakranya nyaris habis. Obito menatap Naruto dengan pandangan meremehkan. Sementara itu Naruto masih berusaha mengumpulkan sisa tenaga dan harapannya untuk bangkit berdiri. "Kenapa kau mencoba terus berdiri...!? Apa tujuanmu terus bertarung? Demi temanmu? Atau untuk dunia? Dengar... suatu hari nanti temanmu akan menghianatimu, lalu cinta akan menjadi kebencian. Kay seharusnya sudah tahu. Orang-orang di desa dan juga Sasuke sudah menghianatimu. Lalu cinta dari Jiraiya sudah berubah menjadi kebencian bagimu. Kau sama sepertiku. Kebencian terus bertambah lalu kau akan berubah. Dan sekarang... Kepedihan yang lebih banyak sedang menunggumu. Bisakah kau tegaskan lagi kalau kau takkan berubah?" "Teman-temanmu mungkin akan menghianatimu lagi. Aliansi shinobi mungkin akan berperang lagi. Lagipula kau itu tidak tahu cara untuk menang melawanku... Sudah tidak ada alasan lagi untuk berjuang demi dunia ini... dunia ini akan b...

Mesin Waktu

Aku ingin menjelma awan. Berarak tenang perlahan diam-diam menarik air dari samudra. Dari embun pagi. Dari Pucuk daun dan ujung bunga, Tak bisa menolak sinar matahari yang memaksanya berevaporasi. Tak bisa menolak angin yang menerbangkan titik-titik air ke langit. Lalu pada saatnya, akan turunlah ia jadi hujan. Menyuburkan yang kering. Menghijaukan yang muram. Hasan masih terpaku menatap keluar jendela. Ia beruntung, nomor kursi 24 tepat berada di samping jendela pesawat yang ditumpanginya. Sebenarnya ada layar di depan kursinya yang didalamnya ada banyak film, musik, atau game yang disediakan maskapai untuk mengusir kebosanan. Atau ia juga bisa memilih untuk tidur seperti orang sebelah bangkunya yang sejak 5 menit selepas lepas landas tadi sudah terpejam. Ia tak tertarik. Ia lebih memilih terpaku menatap keluar jendela. Membaca tanda-tanda. Andai, suatu saat ia diberi kesempatan untuk berjumpa dengan Rasulallah. Andai, semoga ini tidak hanya andai-andai. Ia ingin bercerita tent...