Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Serial Persahabatan

Hikmah di Al Hikmah

Setiap orang punya cerita. Dan setiap cerita pasti ada hikmah yang barangkali terselip didalamnya atau tertindih dibawahnya. Segelap apapun cerita di laut dalam, mesti ada satu dua mutiara. Dan izinkanlah kawan, kali ini saja saya bercerita. Bukan apa-apa, hanya ingin berbagi. Tentu saja lain waktu kami juga ingin mendengar ceritamu. Dan kami akan berusaha menjadi sebaik-baik pendengar.             Cerita ini memang tidak seheboh kisah Ramayana. Tidak se- mellow Kisah Zainuddin dan Hayati di Roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk . Atau tidak juga se-keren Catatan Si Boy. Hanya kisah sederhana yang dialami. Bagaimanapun juga ini kenang-kenangan hidup yang sayang rasanya jika harus dilupakan begitu saja.

Bangsa Besar

Jangan bercanda, Kawan. Bangsa ini terlalu besar untuk bisa diurus oleh satu-dua kepala, satu-dua warna bendera. Tapi nantikanlah suatu masa saat putera-putera kandung negeri ini mulai tahu cara paling tepat untuk mengurus Negeri ini. Saat itulah akan muncul badai yang lebih tinggi dari Tsunami dan siap menenggelamkan dunia ini dalam kedamaian. Akan hadir khafilah perubahan yang siap menyapu setiap bajingan dan para bedebah, mencopot topeng manis mereka sampai ke urat-urat wajahnya. Dan Yang mesti kita yakini hari ini adalah bahwa kitalah yang paling berhak mewarisi kepemimpinan Peradaban ini! “ Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi,..." {QS An Nuur:55} AllahuAkbar!! AllahuAkbar!!! AllahuAkbar!!!! *gambar dari Republika

Untuk Yang Milad Hari ini

Mungkin kini kau sudah lebih dari 2 dekade menginjak tanah ini, tapi Aku tak tahu pasti sudah berapa lama kau merasa benar-benar hidup.... Mungkin bagimu setiap hari adalah sama saja. Namun kukira, hari ini tentu menggodamu untuk mengenang kembali seluruh langkah yang telah kau tapaki. Setiap jejak yang telah kau lewati. Mengenang, mungkin hanya itu yang bisa dilakukan. Sebab sekuat apapun kita berusaha masa lalu tak pernah mampu kita ubah. Namun setidaknya kita masih punya pilihan-pilihan di hari esok. Dan dari masa lalulah kita belajar.

Surat dari ....... 1433H

gambar dari www.nurlienda.wordpress.com Ini adalah surat dari "mereka" yang amat berjasa membimbing "kami" satu tahun terakhir ini.  jika kau tanya siapa "mereka" dan "kami". Bukan disini tempat untuk menjawabnya... Semoga kenangan-kenangan kita tersimpan dalam kotak yang kita kunci rapat tanpa celah dan akan kita buka suatu saat nanti. Sekali lagi "suatu saat nanti". Inilah suratnya:

Ukhuwah FPIK

sumber gambar: blog-alfamedyajaya.blogspot.com Ukhuwah itu.... BDP! Membudidaya cinta, persatuan, dan kebersamaan....

Untuk Divisi Pangan

Memang begitulah adanya. Sepanjang sejarahnya, manusia selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan tentang hidupnya yang tentu menuntut jawaban secepatnya. Meski seringkali jawaban-jawaban itu hadir di bukan di awal pagi, tapi di menjelang senja hari. Saat kita sudah mulai berfikir bahwa tidak ada jawaban atas petanyaan-pertanyaan kita. Yang mesti kita yakini adalah bahwa selalau ada jawaban atas setiap pertanyaan. Ibarat dua keping mata uang, itulah hidup. Ada siang pun ada malam. Ada purnama, ada pula gerhana. Ada air mata, pun kadang hadir canda tawa. Ada Temu pasti ada berpisah. Ada pertanyaan, Pasti Tuhan telah sediakan jawaban. Maka mengertilah kita tentang satu nasihat lama ini: "Selalu ada hikmah di setiap sesuatu". Seperti pertanyaan-pertanyaan "nakal" kita dahulu. Mengapa aku dilahirkan di tanah ini di keluarga ini? mengapa aku harus mengalami ini semua? bertemu dengan orang ini dan itu? dan seterusnya dan seterusnya. Yakinlah, kau akan temukan jawaban...

Egaliter

ilustrasi: nidyosasongko.blogspot.com Janganlah kau berjalan di belakangku Mungkin aku tak mampu memimpin jangan pula kau berjalan di depanku mungkin aku tak sanggup mengikuti tapi, berjalanlah seiring denganku Dan mari bersama tapaki jalan itu ... Ini tentang suasana egaliter yang ingin dibangun disini. Adalah kita bisa saling nasihat-menasihati sepanjang jalan ini. Adalah kritik yang mengalir tanpa ada ragu kalau-kalau si obyek kritik tersinggung sakit hati. adalah kau, aku, dia dan kita. Bisa saling berbagi kritik seperti berbagi obat untuk si sakit. meski pahit, memang. Tapi akan lebih pahit lagi jika borok di punggungmu kau ketahui setelah lebar berbau. Padahal kawanmu melihatnya setiap hari tapi enggan memberitahumu karena takut kau malu atau marah. Maka, Nasihat dan kritik adalah bukan pilih-mu tapi wajibmu. untuk ku, untuknya, dan untuk kita.

Episode Pelantikan

Sepagi ini, Pukul 7.00 harusnya Musyawarah kerja dimulai. Namun karena berbagai kendala Baru pukul 7.25 dibuka(?). Bertempat di Ruang Asma Masjid Al Hurriyyah acara dibuka dengan khidmat oleh Akh Mirza. Diawali merdu alunan Qur’an yang dibawakan Akh Amroyan. Dilanjutkan dengan Presentasi program Ketua setiap departemen di Ruang Sidang 2 Masjid Al Hurriyyah. Ya, ruangan berpindah dan saya tidak tahu alasannya. Tak apa. Al-akh Agit Supriyadi. Komandan Departemen Tahsin ini yang pertama presentasi. Diawali dan diakhiri dengan pantun menjadikan suasana mengalir tanpa ketegangan. Akh Agit mengulas banyak hal tentang perjalanan tahsin 1 tahun ke depan: Open Recruitment , KBM, sampai mekanisme ujian. Detail sekali. Saya kagum dibuatnya.

Dalam Kenangan: Qinue

Dalam kenangan: Qinue Suatu saat nanti Jiwaku takkan lagi bercerita Ragaku takkan lagi terisi Tangisku takkan lagi ada Suaraku takkan lagi bergema Hidupku pun tak diakui lagi Tapi lewat surat ini kau takkan lagi sendiri Kau akan selalu terisi hingga patah hariku

Sampai Puncak !

ilustrasi: qousa.wordpress.com Ini adalah cerita tentang salah satu sahabat terbaik saya. Bermula ketika dia berulang tahun. Tapi, saya melihat ada rona kegundahan di wajahnya. Memang kami jarang sekali bicara. Kami lebih sering saling diam. Tapi kami sama-sama tahu: hati kami saling bicara. Lalu saya memberanikan diri untuk berkata padanya, bukan ungkapan selamat ulang tahun, tapi tepatnya ungkapan duka. "Akh, saya turut berduka atas berkurangnya umur antum tepat satu tahun. Semoga sisa umur antum adalah hari-hari terbaik dan terindah dalam hidup antum. Dengan segenap kesadaran. Dengan sepenuh keberkahan" "Amiin, Jazaakallah Khairon katsir"katanya,"Ana minta bimbingan dan nasehat antum, akh. Hidup ini belum juga terasa ringan". Dan kalimat itulah yang membuat saya bingung. Dia yang prestasinya jauh di atas saya. Yang hapalan Qurannya jauh di depan saya. Lalu mengapa dia berkata seperti itu ?!

Catatan di Akhir Masa Putih-Abu

sumber:Doc.Osis 2008-09 Bismillahirahmanirrahim . Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak kepala SMAN 1 Dukupuntang beserta jajarannya yang saya hormati, Bapak Ibu guru SMAN 1 Dukupuntang yang saya hormati, Dan Rekan-rekan seperjuangan yang saya cintai. Segala puja, puji, dan sanjungan hanyalah milik Allah SWT. Yang menciptakan malam dan siang, bumi dan langit, serta pertemuan dan perpisahan. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita, nabi Muhammad SAW sang pembawa cahaya. 14 abad kita terpisah dengannya, namun terasa dekat di hati setiap muslim . Yang mudah-mudahan diteruskan kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya yang teguh memegang ajarannya hingga akhir. Amin. “Hiduplah sesuka hatimu, namun sesungguhnya kau akan mati. Cintailah siapapun yang kau sayangi, namun pasti kau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu sungguh kau akan dimintai pertanggungjawaban atasnya”(mutafaq alaih). Seti...

Surat untukmu, Kawan !!!

tahukah engkau, kawan? betapa bahagianya aku melihatmu di pelataran universitas itu . . . melihatmu mendiskusikan teori-teori yang belum aku mengerti. . . membaca buku-buku yang belum pernah aku baca. . . mendengar petuah-petuah yang belum pernah aku dengar. . . sesekali engkau mengernyitkan dahi, indah nian pemandangan itu bagiku, kawan . . . kita mempunyai mimpi -mimpi yang sama. jalan itu pun terbuka amat lebar untuk kita. namun, maaf kawan, aku tak bisa menemanimu menapaki jalan itu ! tentunya kau faham kawan. . . betapa rindunya aku berlama-lama duduk di perpustakaan itu. . . mentafakuri kompleksnya konsep relativitas umum dan binomial newton. . . menyelami dalamnya samudera sains hingga aku tak ingin lagi beranjak ke permukaan. . . betapa rindunya aku memutar otak serta memeras keringat untuk memecahkan soal-soal matematika terapan. . . seperti dulu, kawan ! namun ! tentulah kau mengerti, kawan. aku harus berhenti sejenak atau mugkin selaman...