Langsung ke konten utama

Untuk Divisi Pangan

Memang begitulah adanya. Sepanjang sejarahnya, manusia selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan tentang hidupnya yang tentu menuntut jawaban secepatnya. Meski seringkali jawaban-jawaban itu hadir di bukan di awal pagi, tapi di menjelang senja hari. Saat kita sudah mulai berfikir bahwa tidak ada jawaban atas petanyaan-pertanyaan kita. Yang mesti kita yakini adalah bahwa selalau ada jawaban atas setiap pertanyaan. Ibarat dua keping mata uang, itulah hidup. Ada siang pun ada malam. Ada purnama, ada pula gerhana. Ada air mata, pun kadang hadir canda tawa. Ada Temu pasti ada berpisah. Ada pertanyaan, Pasti Tuhan telah sediakan jawaban. Maka mengertilah kita tentang satu nasihat lama ini: "Selalu ada hikmah di setiap sesuatu".

Seperti pertanyaan-pertanyaan "nakal" kita dahulu. Mengapa aku dilahirkan di tanah ini di keluarga ini? mengapa aku harus mengalami ini semua? bertemu dengan orang ini dan itu? dan seterusnya dan seterusnya. Yakinlah, kau akan temukan jawabannya, seketika itu atau saat waktunya sudah tepat. Ini hanya soal momentum. Untuk kali ini, percayalah!


Pun di kepanitiaan ini, Tentu banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul begitu saja. Beberapa telah terjawab, tapi sebagian yang lain masih menunggu saat yang tepat dimana Tuhan menurunkan jawabanNya. Seperti pertanyaan kita dulu: mengapa tema kita adalah diversivikasi? mengapa kita mesti bersusah payah menyusun menu yang sama sekali baru? Ya, jawabannya datang di hari-hari berikutnya. Bahwa kegiatan-kegiatan kita menghubungkan kita kepada "seseorang" yang kemudian dengan suatu cara merubah acara sebagian besarnya dan juga aliran dananya.Begitulah, hidup adalah jaring-jaring takdir. Bahwa sekecil apapun keja kita pasti memberi pengaruh pada kerja orang lain. Jadi, "pasti ada hikmah di setiap sesuatu, pasti ada jawaban di setiap pertanyaan". Mengapa kita yang mesti ada di kepanitiaan ini? mengapa bukan yang lain saja? mengapa peserta membludak? mengapa mesti tinggalkan hutang? mengapa? ya, bersiaplah menerima jawaban yang mungkin tidak kita duga sama sekali, sesaat lagi atau suatu saat nanti.

Dan kepanitiaan ini tidak hanya meninggalkan pertanyaan, tapi juga kenangan. seseorang bisa dikatakan tetap hidup meski jantung sudah tidak lagi berdegup selama ia masih dikenang oleh orang-orang disekitarnya. Pun sebaliknya, seseorang bisa dikatakan telah mati padahal tubuhnya masih mampu berlari saat ia di lupakan oleh orang-orang sekitarnya. Tapi dalam kenangan semua tu sama: pahit atau manis, menyenangkan atau getir, tawa atau air mata. semuanya sama saja: Telah berlalu dan takkan mungkin berulang. Yang membedakannya adalah cara kita memaknainya. Maka mari kita mencoba memaknai ini semua dengan sebaik-baik pemaknaan. dan mari kita pandang dari sudut pandang terbaik yang pernah ada: "segala sesuatu pasti ada hikmah dibaliknya".

 Salah satu hal yang saya maknai adalah pertemuan kita disini. Bertemu dengan orang-orang di kepanitiaan ini tentu memberi pelajaran yang banyak bagi saya. ah, terlalu banyak malah. Dalam  setiap orang yang hadir selalu memberi warna baru dalam episode hidup saya kali ini.

Dedi; Melankolis abis. Memang tidak lama di kepanitiaan ini. Tapi sejenaknya itu telah mampu menyadarkan saya untuk segera pulang ke kampung halaman. bagaimanapun keputusannya adalah yang terbaik: mendahulukan keluarga yang jauh di seberang pulau dari organisasi.

Dimas; tak banyak bicara memang. tapi terlalu banyak yang dikerjakan. Malah lebih banyak lagi yang disembunyikan. Entah kenapa, tapi pria satu ini tetap misterius (hehe)

Fakhri; salah satu spesialisasinya adalah galon. Selalu mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan. Ngakunya sih ini pertama kalinya ikut kepanitiaan selama di IPB. Tapi saya lihat Ia cukup profesional seperti mereka yang sudah ikut kepanitiaan bagai makan obat: 3x sehari.....

Reza; enerjik (kalau tidak mau dikatakan hype aktif). Selalu tertawa apapun keadaanya. Sanguinis abiss...

Mbak Dian; bener loh mbak, saya baru temukan orang yang di BEM KM tapi gayanya seperti orang yang di AlHurriyyah...

Dinda; "Dindaaa..", Faishal manggil sambil nyanyi kayak lagunya Gradasi..."apaan sih??!!" Dinda Ngamuk. Unik. Tidak pernah mau kelihatan pusing, meski akhirnya pusing juga. Selalu tersenyum meski akhirnya nangis juga (eh..).

Vena; saya gak tahu darimana dia dapatkan skil mengelola uang dan menangkis tagihan hutang sehebat itu...mantap

Husna; Belum pernah saya lihat antusiasme setinggi itu... Kalau kata LDK:"Inspiring people..."

Hijri: Awalnya sih ngakunya jutek, tapi setelah berjalan kepanitiaan Ia adalah salah satu yang bayak tersenyum dan yang paling banyak tepat waktu...

 Khoirunnisa: PD sangat. Berani bicara disaat yang lain diam (wuisss)... 

Indriani; IKC? bli klalen ning sedulur lan daerahe... Hidup Cirebon! eh, maaf salah forum. Dia yang paling tenang saat semua dalam tekanan... ya iya lah, orang cirebon... hehe, maaf agak primordial

Amell; (ingat ya double L) dijuluki mak comblangnya pak Boni dan Pak Slamet, Spesialis beras analog. Hingga mungkin sekarang jika melihat Kamus besar bahasa Indonesia, padanan kata dari beras analaog adalah Amell (heu..). oya satu lagi pertanyaan, "heu" itu maksudnya apa ya?  Selamat ya atas penghargaannya: Panitia Ter Pangan.

Amelia Dwi; Fahutan? Asik. mungkin saya setengah percaya bahwa dia mahasiswa Fahutan. maaf kalau saya agak lancang, tapi dia benar-benar  lemah lembut kayak puteri keraton solo...

Anisa Nurrahmi; Ibu Kastrad yang satu ini yang paling profesional dalam bekerja. Pasti lah, anak Bem...

Niken; Dia murtad dari kpk...lalu mampu mengisi kekosongan di divisi Pangan... Pilihan yang bagus! 

Fika; Satu lagi yang sanguinis, Pasti ramai jadinya kalau ketemu Reza...

Terakhir, mohon dimaafkan apabila diantara kita semua masih ada hati yang terlukai, raga yang tersakiti, atau jiwa yang terdzalimi....

Divisi Pangan?
Bukan sekedar Konsumsi, Tapi Tentang Hidup dan Mati!



Kadiv pangan MPKMB 49,
Syubhan Triyatna

Komentar

Anonim mengatakan…
Syubhan: kadiv spesialis doa dan muhasabah (actually). Pandai menulis pastinya. Cukup banyak quote darinya yang saya hafal karena saya sendiri tipe orang yang suka memikirkan makna quotes.
Darinya saya banyak belajar mengenai makna pengorbanan, kesungguhan, ketenangan, bahkan senyuman (inget kata-katanya ketika kami sedang menjadi 'buronan':senyum termanis bukanlah senyum seorang putri raja. Tapi senyum termanis adalah senyum orang-orang yang masalah-masalah dan tekanan hidupnya lebih pantas membuatnya menangis daripada tersenyum). Ya, begitulah kadiv kami, selalu punya caranya sendiri untuk memberi semangat kepada kami. Terima kasih banyak atas semangat, nasihat, dan pelajaran-pelajaran berharganya. Semoga kita semua bisa radiv di Syurga-Nya...

Postingan populer dari blog ini

Orang-Orang Romantis

ilustrasi:fiksi.kompasiana.com Aku selalu kagum pada mereka: orang-orang romantis. Mereka selalu bekerja dengan sepenuh cinta. Dengan segenap kesadaran. Boleh jadi mereka berpeluh, tapi pantang mengeluh. Memang mereka lelah, tapi tak kenal patah. Dan sesekali mereka berhenti, untuk sekedar menyeka keringat. Untuk sekedar menutup luka. lalu dengan nanar mereka menengadah menatap langit. seketika itu mereka teringat akan tujuan mereka, Cita-cita dan mimpi-mimpi mereka. saat itulah kerinduan mereka mendayu-dayu. menyala-nyala. Tapi mereka tidak terbuai, setelah itu mereka segera menggulung kembali lengan bajunya untuk meneruskan langkah yang sempat tertunda..... Senja, 17 Januari 2012     Pendaki Langit

Adanya Genap, Tiadanya Ganjil

Kalau kita jeli memperhatikan sekeliling kita, kita akan mendapatkan fenomena unik. Bahwa ada orang-orang yang kehadirannya senantiasa dinanti dan kepergiannya di tangisi. Ada lagi golongan orang-orang yang kehadirannya malah dihindari dan kepergiannya justru disyukuri. Pun, ada juga orang-orang yang kehadiran atau ketiadaanya sama saja: adanya tidak menggenapkan, perginya tidak mengganjilkan.

Cinta, Bukan Untuk Canda

“Sebab bagi kami, para pemuda, Lidah Adalah Setengah dari Harga Diri!” Hari Itu hari Jum’at. Hari yang tepat untuk suatu kegiatan  yang mesti menguras energi hari itu: Ujian Praktikum Salah Satu Mata Kuliah di Departemen Akuakultur. Saya awali pagi itu dengan penuh optimisme, Bahwa ujian kali ini akan baik-baik saja. Terlepas dari persiapan yang memang seadanya. Penyebab optimisme hari ini sederhana saja, yaitu mentari yang cerah terbit di ufuk. Mentari melambangkan optimisme sebab ia hadir setelah gelap yang panjang. Ia muncul dengan hangatnya setelah malam yang begitu dingin. Mentari memang menginspirasi.