Langsung ke konten utama

Untuk (Yang mengaku-ngaku) Mahasiswa


Wahai... memang siapa kamu?!
Sampai Berani Mencuri kata “Maha” untuk depan namamu
Sadarkah kamu apa artinya itu?
Atau jangan-jangan kamu hanya mengaku-ngaku!
Maka tanyakanlah artinya pada KasimMahasiswa Pertanian
Yang rela 15 tahun tak pulang ke almamater apalagi kampung halaman
Demi terbitkan satu-dua cahaya di waimintal sulawesi utara
Berbekal kaos berlumpur dan sandal yang tak sama warnanya
Atau tanyakanlah artinya pada Iwan, Ida, dan Hadi di kuburnya
Tiga trisakti yang ditusuk peluru panas reformasi
Tanyakan pada mereka apa itu mahasiswa


Dosa zaman kukira,
Saat para orang tua mengemis harap pada anaknya:
Nak, segeralah beli topi toga itu dengan cara apa saja yang ananda damba,
Dan segera cakar langit jakarta!”

Duhai... Merah putih itu koyak lagi
Badai itu datang lagi
Bahkan kali ini ia lebih gemuruh dari ombak di laut jauh!
Bahkan saat ini ia lebih dahsyat dari topan yang merayap dari barat!

Wahai... Negeri nestapa ini poranda lagi
Air mata ini menggenang lagi
Tapi jangan sekali-kali,
Kau tanya kemana Mahasiswa?
Jangan ganggu dia, dia sedang sibuk tiarap di atas sofa

Sudah sampaikah di gendang telingamu?
Suara gemertak gigi menggigil belia di trotoar sana
Di tengah deras hujan ibukota, tanpa ayah dan orang tua
Sementara di seberang jalannya, seorang tua mengeluhkan ac di hotel bintang lima?
Terlalu dingin, katanya
Dan tolong,  jangan kau tanya padaku kemana mahasiswa
Jangan ganggu dia, dia masih sibuk berkeliling di Mall-mall  tengah kota

Sudah sampaikah di retina matamu?
Gurat derita orang-orang yang diinjak-injak di negerinya sendiri
Jadi babu jongos di tanah lahirnya apalagi di luar negeri
Sementara pejabatnya makin gendut makan keringat ibu pertiwi
Pemudanya teler di ujung gang dekat subuh dini hari
Sekali lagi kumohon, jangan kau tanya dimana mahasiswa
Jangan ganggu dia, dia sedang asoy berdua-dua di taman ria

Tapi, kalau benar ada bara cinta di hatimu
Maka bakarlah setiap kedzaliman di depan retina matamu!
Kalau benar ada badai pecah di kedalaman jiwamu
Maka amuklah setiap keji sampai ujung negerimu
Amuklah mereka dengan amarah angkara murka malaikat penjaga neraka

Kalau benar kau tak mengaku-ngaku
Hari ini negerimu  tengah dilanda panjang kemarau
Maka jadilah kamu satu-dua tetes hujan, meski gerimis
Hari ini negerimu dikepung  tentara kegelapan
Maka jadilah kamu cahaya fajar
Yang menyeruak dari timur berpijar
Hari ini negerimu terserang dingin yang begitu menusuk
Maka jadilah kamu embun yang membawa sejuk

Kalau benar kamu tak mengaku-ngaku
Jangan biarkan laboratorium memenjarakanmu
Ruang kuliah mengungkungmu
Diktat-diktat itu menyekapmu
IPK memperbudakmu
Beberapa hurup di belakang nama menjadi tujuanmu
Dan pikiranmu berakhir di rak-rak perpustakaan kampusmu
Keluarlah! Menyebarlah!
Juga Janganlah lagi habiskan waktu pura-pura pilu di twiter atau status facebookmu
Tapi sekalah air mata orang-orang papa itu
Dengan jari-jari tanganmu

Kalau benar kamu tak mengaku-ngaku
Maka cobalah kau jawab pertanyaan ayahku
Saat ia tanya padaku di tengah ladang yang tinggal sepetak
“Nak, kalau nanti ayah mati, masih hijaukah  tanah ini?
Atau ia akan berganti jadi warna-warni gedung tinggi?
Nak, kalau nanti ayah telah pergi, masih mengalirkah irigasi ini?
Atau ia akan berganti jadi selokan besar kompleks perumahan yang baru berdiri?
Nak, kalau nanti ayah habis waktu,  masih sejukkah udara ini?
Atau ia akan berganti jadi bau sesak debu-debu  trotoar  kota baru?”



gambar dari sini

Komentar

Anonim mengatakan…
Puisi kah ini genre-nya? sungguh mengagumkan. Ini keren, jazakumullah atas pengingatnya =)
melati noor amalia mengatakan…
ka, ijin share yaaaa :)
Isabella Kirei mengatakan…
ini fotonya di mana? terasa familiar.
Syubhan Triyatna mengatakan…
Wah, saya dapat dari google dan lupa sumbernya.. maaf
Dina Rahma Nafi'ah mengatakan…
bagus....izin share....
Unknown mengatakan…
شركة تركيب مكيفات سبيلت بالمدينة المنورة0540906041
شركة النسر الذهبي لخدمات
تركيب وتنظيف وصيانة وغسيل المكيفات

فلدينا افضل فنيون في صيانه مكيفات سبلت فك وتركيب جميع انواع المكيفات غسيل جميع انواع المكيفات نظافه الفلاتر شحن افضل انواع الغاز الامريكي والهندي.

*فنى مكيفات سبليت بالمدينة المنورة

••شركة غسيل كنب بالمدينة المنورة ارخص شركة تنظيف كنب بالبخار

••شركة مكافحة الحمام بالمدينة المنورة

••شركة تركيب غرف نوم بالمدينة المنورة

••شركة مكافحة حشرات بالمدينة المنورةشركة مكافحة حشرات بالمدينة المنورة

•• مكافحة الحمام في البيوت بالمدينة

••شركة نقل عفش بالمدينة المنورة

••شركة غسيل خزانات بالمدينة المنورة

لزيارة موقعنا الالكتروني
https://nsrzhbi.com

خدمات طرد الحمام بالمدينة فالحمام كما نعرف انة طير له اهمية كاملة بالنسبة للطبيعة ولكنه طير يتكاثر فى المملكة لخيراتها المتواجدة فى اهلها اليوم مع شركتنا نقدم
خدمة طارد حمام
وتركيب شباك لطرد الحمام بالمدينة
شركة طارد الحمام بالمدينة
شركة تركيب طارد الحمام
تركيب طارد الحمام
طرد الحمام من الشبابيك بالمدينة
شركة غسيل كنب تنظيف كنب بالمدينة المنورة
تنظيف مجالس كنب موكيت بالمدينة مع التعقيم والتعطيرتنظيف الكنب في مكانها مع التعقيم والتعطير تنظيف موكيت في مكانها مع التعقيم والتعطير
شركة تنظيف شقق بالمدينة
شركة تنظيف فلل بالمدينة
شركة تنظيف منازل بالمدينة
شركة تنظيف بيوت بالمدينة
شركة تنظيف السيراميك بالمدينة
شركة تنظيف مجالس بالمدينة بالمدينة
شركة تنظيف كنب

شركة تنظيف موكيت بالمدينة

شركة تنظيف سجاد بالمدينة
شركة تنظيف خيام بالمدينة
شركة تنظيف بيوت شعر بالمدينة

شركة تنظيف خزانات بالمدينة
شركة تنظيف مسابح بالمدينة
غسيل سجاد / غسيل موكيت مكرونة / تنظيف موكيت وسجاد / غسيل سجاد والموكيت

شركة تنظيف موكيت بالمدينة / شركة تنظيف موكيت المدينة / غسيل موكيت بالبخار

ارخص اسعار غسيل السجاد بالمدينة / افضل شركة تنظيف سجاد بالمدينة/ افضل مغاسل السجاد بالمدينة

شركة تنظيف منازل بالمدينة/ شركة غسيل كنب بالمدينة شركة تنظيف بالمدينة

شركة تنظيف الموكيت بالمدينة/ شركة تنظيف الكنب بالمدينة
النسر الذهبي

Postingan populer dari blog ini

Orang-Orang Romantis

ilustrasi:fiksi.kompasiana.com Aku selalu kagum pada mereka: orang-orang romantis. Mereka selalu bekerja dengan sepenuh cinta. Dengan segenap kesadaran. Boleh jadi mereka berpeluh, tapi pantang mengeluh. Memang mereka lelah, tapi tak kenal patah. Dan sesekali mereka berhenti, untuk sekedar menyeka keringat. Untuk sekedar menutup luka. lalu dengan nanar mereka menengadah menatap langit. seketika itu mereka teringat akan tujuan mereka, Cita-cita dan mimpi-mimpi mereka. saat itulah kerinduan mereka mendayu-dayu. menyala-nyala. Tapi mereka tidak terbuai, setelah itu mereka segera menggulung kembali lengan bajunya untuk meneruskan langkah yang sempat tertunda..... Senja, 17 Januari 2012     Pendaki Langit

Adanya Genap, Tiadanya Ganjil

Kalau kita jeli memperhatikan sekeliling kita, kita akan mendapatkan fenomena unik. Bahwa ada orang-orang yang kehadirannya senantiasa dinanti dan kepergiannya di tangisi. Ada lagi golongan orang-orang yang kehadirannya malah dihindari dan kepergiannya justru disyukuri. Pun, ada juga orang-orang yang kehadiran atau ketiadaanya sama saja: adanya tidak menggenapkan, perginya tidak mengganjilkan.

Cinta, Bukan Untuk Canda

“Sebab bagi kami, para pemuda, Lidah Adalah Setengah dari Harga Diri!” Hari Itu hari Jum’at. Hari yang tepat untuk suatu kegiatan  yang mesti menguras energi hari itu: Ujian Praktikum Salah Satu Mata Kuliah di Departemen Akuakultur. Saya awali pagi itu dengan penuh optimisme, Bahwa ujian kali ini akan baik-baik saja. Terlepas dari persiapan yang memang seadanya. Penyebab optimisme hari ini sederhana saja, yaitu mentari yang cerah terbit di ufuk. Mentari melambangkan optimisme sebab ia hadir setelah gelap yang panjang. Ia muncul dengan hangatnya setelah malam yang begitu dingin. Mentari memang menginspirasi.